Membuat indikator baterai
AUTO DISTRIBUTOR MATIC
![]() |
| JOGJA HIP HOP FOUNDATION |
![]() |
| Make Nymbian Nokia Signal |
levelsNumber=8; signalMax = fscommand2("GetMaxSignalLevel"); signalLevel = Math.ceil(fscommand2("GetSignalLevel")*levelsNumber/signalMax); networkstatus = fscommand2("GetNetworkStatus"); if (networkstatus == 0) { //If there is no network signalLevel = levelsNumber + 1; } gotoAndPlay(signalLevel);
call(1);
Pada kesempatan yang berbahagia ini perkenankanlah saya selaku owner blog ini mengucapkan rasa syukur yang tak terhingga karena atas segala nikmat yang telah diberikan Tuhan Yang Maha Esa kepada saya,,sehingga saya diperkenankan untuk memposting secuil informasi untuk para FU Mania yang haus akan informasi dan perkembangan dari motor tercinta kita Suzuki Satria FU 150
Wah pembukaan yang sangat panjang dan sedikit padat
Langsung aja,jujur aku dah lama ga posting karna masalah tugas sekolah yang menumpuk,,hehe
Di artikel ini aku mncoba untuk mnginformasikan analisa dan solusi dari kebiasaan buruk FU 150,,yaitu suara berisik (PREKETEK) yang sangat sering terdengar dan pastinya mngganggu pendengaran dari sang rider ya
Nah analisis pertama dari saya,,suara itu barasal dari rantai timing,,bahasa umumnya rantai keteng. Kenapa sih bisa bikin berisik?? ya penyebabnya bisa karena rantainya sudah ‘uzur’ bin melar, sproket (gir)-nya aus, atau karena stelan rantainya tidak pas lagi alias perlu distel lagi kekencengannya.
Males banget, motor keren eh bunyinya berisik banget. Huh!!!. Paniknya hati ini, melihat motor kesayangan bunyi mesinnya teriak2.
Sederhana sih solusinya, cukup dicek cam chain tension adjuster-nya bahasa gampangnya cek alat penyetel otomatis rante keteng. Cek apakah masih berfungsi atau tidak. Jika sudah tidak berfungsi maksimal ya memang musti diganti. Jadi ngak perlu asal claim minta diganti. Kalo masih berfungsi, artinya perlu distel lagi tuh tensioner!.
Gini nih caranya:
1.. Buka Cam Chain Adjuster Tensioner dari tempatnya. Gunakan kunci no 8.
2.. Setelah dibuka, dengan menggunakan obeng ( – )masukkan ke dalam celah tegangan rantai cam dan putar searah jarum jam untuk mengendorkan tegangan, kemudian lepaskan obeng ( – ).
3.. Untuk memastikan gerakan batang penekannya, bila batang penekannya macet/mekanisme pegasnya rusak ya harus diganti penyetel tegangan rantai keteng dengan yang baru.
. fullpost {display: inline;} Here is a trick to surf for free using opsel indosat
The things that needed internet access for free:
1. HP + data cable (ex: W800i + DCU-06)
2. Personal Computer (PC), it is recommended to use Windows XP, if a Windows Vista setingannya difficult.
3. Your Freedom (YF), a program for tunneling can let free. Download here
4. Proxomitron, make modifications to the program header and the port and proxy settings. Download here
5. Open VPN (ga pake also gpp), let YF more optimal program and make faster connections, download here
If everything is available, the first thing to do is install the modem to connect your HP HP use the data cable to your computer. PC will automatically detect your HP devices like memory sticks, modems, etc.. If all of that has not been installed should be installed before use PC Suite.
After all the settings of the HP and the modem is ready, next is to create a dial-up connection. The trick is to open the control panel, network connections, select Create a new connection. Select which set up manually aja trus the connect using a dial-up modem, the ISP name and phone number blank. Username & password required indosat then finnish. Open connection with the click start, connect to,
select dial up conectionnya.
In a column filled dial * 99 *** 1 #

Setelah diperkenalkan pada publik seminggu yang lalu di Sentul (29/11), MOTOR Plus langsung menjajal performa Yamaha New Jupiter-Z. Kesempatan ini dilakukan dalam perjalanan Jogja-Kediri yang berjarak 250 km pada rangkaian acara Yamaha New Jupiter-Z Amazing Tour 2010.
Penasaran dengan performa bebek 113,7 cc ini pasti terjawab dalam perjalanan panjang itu. Dengan tinggi badan 165 cm, saat pertama kali duduk di atas jok dan kedua tangan memegang setang, rasanya tidak ada perbedaan antara Jupiter-Z baru dengan yang lama. Cuma posisi setang terasa sedikit lebih rendah. Bisa jadi lantaran dimensi keduanya tidak jauh berbeda.
Saat anak kunci diarahkan ke posisi ON, ups rumah kuncinya model magnet. Seperti yang ada di Honda Vario CBS Techno. Begitu anak kunci dilepas, lubang kunci otomatis tertutup. Dan bila diputar ke kiri berfungsi untuk membuka jok dan bagasi motor. Atau mirip yang daplikasi pada Nouvo Z.
Begitu tombol stater ditekan, suara mesin langsung terdengar, rasanya suara sedikit lebih lembut dibanding Vega ZR yang memakai dapur pacu sejenis. Ini lantaran bagian dalam saluran buang Jupiter-Z sudah didesain berbeda.

Juga pandangan pengendara ke panel spidometer tampak jelas. Apalagi ornamen spido mengadopsi eye catching illumination meter. Saat malam tiba malah jadi tampak menawan, karena sekeliling spidometer sudah dipasang pasang LED.
Begitu pedal persneling diinjak gigi ke satu dan gas dibetot, motor langsung ngacir. Tenaganya sangat responsif. Dibetot paksa, jarum spido mentok di 40 km/jam. Masuk gigi dua lagi-lagi gas dibejek habis terlihat jarum melewati 60 km/jam.
Sedang pada putaran gigi tiga kecepatan 80 km per jam bisa cepat diraih. Saat kondisi jalan lengang masuk gigi empat kecepatan New Jupiter-Z ini bisa tembus 110 km/jam. Sistem perpindahan gigi yang sudah rotari juga memudahkan kembali ke posisi netral begitu berhenti.
Saat melintasi kawasan Ngawi, Jawa Timur dan melewati jalur berkelok, handling yang dirasakan begitu mantaf. Gak ada gejala ngebuang pada sektor roda belakang. Ini lantaran sudah dilengkapi batang suspensi berdiameter besar.
Setelah hampir seharian jajal, sudut yang dibentuk antara pijakan kaki, jok dan setang juga cukup nyaman. Namun getaran sedikit terasa ketika tangan genggam setang.

DIMANJA LAMPU
Kesan elegan sepertinya ingin sempurna ditampilkan pada Yamaha New Jupiter-Z ini. Selain mengadopsi desain bodi yang sudah begitu futuristik, juga sudah dilengkapi suguhan lampu ciamik. Seperti pada headlamp yang punya desain lampu keren dan memiliki dobel bohlam dan reflector dengan mika yang lebih belo dari model sebelumnya.
Masih pada bagian muka, bodi juga didesain menyatu dengan lampu senja dan sein. Konsep lampu model ini mengingatkan pada Jupiter MX 135LC. Cuma dimensinya lebih besar dan hampir menutup setengah bagian bodi depan. Sedangkan lampu belakang memiliki ukuran lebih besar dengan desain yang juga nggak kalah menarik.
Untuk kaki-kaki, New Jupiter-Z tipe CW tentunya sudah pakai pelek palang yang sama dipakai Jupiter MX. Ini bikin tampilan jadi lebih gagah.
| |
HONDA CBR 150

Fajar Sugianto bukanlah seorang pembalap. Malahan kegiatannya sehari-hari terbilang di level eksekutif. Naik motor pun tidak setiap hari. Tapi, kalau tiba-tiba di jalan raya ada yang ajak adu kebut, doi enggak mau kalah. Tantangan seperti itulah yang acap dilayaninya.
"Jadi bukan sengaja balap liar, seringnya karena enggak sengaja atau spontan saja kok," kata Fajar malu-malu. "Sering karena adu gas di lampu merah sih," lanjutnya. Wah...wah...

Karena itulah, setingan atau ubahan di mesin tidaklah terlalu drastis. "Bahkan kapasitas mesin hanya naik sedikit, sekarang sekitar 163 cc saja," kata warga Tomang, Jakarta Barat ini.
Tapi meskipun begitu disitulah letak rahasianya. Fajar cukup unik karena menggunakan piston yang sejatinya buat Mio bore up. Ukuran yang dipakai 66 mm, merek TDR.Pada piston ini memang harus dilakukan ubahan pada kubahnya. "Harus papas kepala piston buat alur klep supaya bisa untuk motor 4 katup," kata Beny Rachmawan dari Mitra2000 yang mengerjakan penggantian di dapur pacu ini.
Meski sudah dipapas, piston ini masih lebih tinggi dibandingkan piston standar CBR. "Karena itu saat TMA piston nonjok sampai mentok di head," lanjut Beny.

Karena kondisi itu, perlu dilakukan penambahan paking di blok silinder. Materialnya menggunakan aluminium setebal 2 mm.
Sementara itu meski sudah ditambah paking 2 mm, rasio kompresi masih cukup tinggi. "Harus menggunakan bensin oktan tinggi meski dipakai harian di jalan raya," kata Fajar lagi. Perbandingan kompresinya adalah 12 : 1.
Pada bagian dalam mesin juga dilakukan penghalusan. "Ya standarlah semacam porting polish begitu, lumayan tebal kok, sekitar 0,2 mm," kata pria bertubuh besar ini.
Hal lain yang diyakini pria 36 tahun ini sebagai doping yang pas di motornya ini pemilihan karbu. "Sudah coba berbagai merek dan ukuran, taunya Keihin Sudco PWK 28 yang paling pas," beber Fajar.

Sementara itu perbandingan spuyer adalah pilot-jet 48 dan main-jet 120. "Tidak terlalu basah tapi sudah yang dirasa paling pas," timbal Beny lagi.
Mengenai konsumsi BBM pun diakui olehnya tidak jauh berbeda dengan konsumsi saat masih standar. "Entah itu saat macet ataupun jalan jauh keluar kota, tetap sekitar 1 liter untuk 35 km," cuap Fajar.
Lebih jauh Fajar juga bercerita kalau masuk gigi 1 motornya ini sering loncat. "Kadang malu sendiri saat di lampu merah," ucapnya jujur. Selidik punya selidik ternyata karena penggunaan gas spontan model baru dari TDR.
Barang baru ini sangat sensitif. "Bahkan kadang sampai gigi 3 pun loncat," kata anggota CBR Club ini.
Doi rupanya senang dengan sensitifnya si gas tadi. "Tinggal menyesuaikan atau adaptasi aja kok," cuapnya.
Prestasi yang paling membanggakan Fajar saat mampu meninggalkan Satria F-150 180 cc cukup jauh. "Nggak sia-sia benahin mesinnya," tutup pria bertubuh sedang ini.
DATA MODIFIKASI
Ban depan : Battlax 120/60-17
Ban belakang : Battlax 140/60-17
CDI : Cheetah
Piston : TDR 66 mm
Honda Supra X 125

Pasukan Honda di 2009 bakal makin menggigit. Setelah Rey Ratukore yang kembali merapat ke Honda dan langsung gegerkan seri I IndoPrix. Kini giliran M. Nurgianto alias Anto, mantan tandem Rey di Suzuki Junior Denso. Anto berlabuh ke Honda Banten Federal Oil. Aksi perdananya ditunjukan di seri pembuka U Mild U Bikers Festrack. Meski belum naik podium potensinya mulai kelihatan.
Itu karena modal Supra X 125 yang dulu digeber Gandhi Santana, belum banyak berubah. Jadi setingan khusus sesuai karakter Nurgianto belum sepenuhnya dilakukan. "Ini masih adaptasi awal. Jadi belum banyak berubah. Tapi 2160honda-nurgianto-dok-2.jpgpatokan mulai kelihatan," terang Edwin alias Akiang, mekanik Honda Banten Federal Oil.

Akiang masih pertahankan korekan terdahulu di kem dan desain head silinder. Durasi kem in dipatok 255° yang membuka di 34° sebelum TMA dan nutup 40° setelah TMB. Sementara, durasi kem ex lebih panjang yaitu 270°, membuka 57° sebelum TMB dan nutup 33° setelah TMA.
Karakter lama lebih enak buat balap di trek panjang macam Sentul. "Makanya, untuk main di Mandala Krida, Jogja kemarin ada sedikit perubahan. Tapi masih sedikit. karena mepetnya waktu. Input dari Anto belum banyak yang disesuaikan," kilah pria yang mirip Andy Lau ini.
Riset baru Akiang dimulai dari porting. "Dulu, saat digeber Gandhi, diameter porting 26, 5 mm, lebar di posisi bos klep 28 mm. "Sesuaikan dengan trek pasar senggol, porting dikecilin. Biar gas speed sesuai kebutuhan putaran bawah dan menengah. Diubah jadi 26 mm. Posisi di bos klep sih tetap 28 mm,” tambah pria yang buka bengkel di pasar Ciputat ini.
Hasil dynotest, memang menunjukan torsi lebih bagus. Itu yang dibutuhkan balap di trek pendek. "Mencapai 9,4 Nm BANtenpada 9.000 rpm. Power juga nambah. dulu kan hanya 18,4 dk. Sekarang jadi 18,7 dk pada 12.000 rpm," terang kakak kandung Ergus ini.
Tapi, tentu saja Akiang naikin kompresi dari kebiasaan di Sentul yang main di 13 : 1. "Untuk pasar senggol jadi 13,8 : 1. Enggak terlalau tinggi sih, biar mesin aman," tambahnya.
RASIO SUPER RAPET
Dulu, di setingan Gandi Santana lebih pede dengan rasio I = 14/34, II = 19/31, III = 19/23, IV = 25/25. Tapi buat Nurgianto, itu dirasa kurang sesuai. "Dia minta lebih rapat lagi sesuai gaya bawanya. Makanya, gigi III diganti 18/23 dan IV = 23/24. Final gir juga berubah. dari kebiasaan Gandi yang langganan 13/49, Anto lebih pas dengan 13/46.
Perubahan lain yang sudah disesuaikan dengan gaya Anto adalah desain setang motor. Kalau Gandi lebih suka pakai setang Kawasaki Ninja yang sedikit ditekuk. Tapi Anto, lebih nyaman ambil punya Yamaha RZR yang ditambah sambungan lagi. "Posisi lebih tinggi dibanding gaya Gandi," terang Akiang.
Wah, kalau semuanya sesuai termasuk setingan engine, bukan cuma podium dua team race doang tuh yang bisa diraih di Mandala Krida, kemarin.

DATA MODIFIKASI
Klep isap : Honda Sonic (28 mm)
Klep buang : Honda Sonic (23 mm)
Rasio : I = 14/34, II = 19/31,
III = 18/23, IV = 23/24
CDI : BRT
Karburator : Mikuni TM 28
Pilot-jet : 20
Main-jet : 120
Knalpot : Ahau Lift : 8,8 mm
Yamaha Mio Soul 2008

Jujur, teknologi skubek karapan alias lurus aje sampai artikel ini ditulis mengusung teknologi Thailand. Mesin, CDI, magnet, sampai komponen CVT Negeri Gajah Putih patokannya. Tapi, Biker Zone (BZ), rumah modifikasi kompetisi skubek malah percaya kemampuan lokal. kasih tepuk tangan dong!
Begitu juga garapan BZ di Yamaha Mio Soul, mengusung riset Tanah Air. Hampir semua komponen lokal alias buatan Indonesia. Barang dari Thailand sih hanya dipakai BZ untuk perbandingan. “Pikiran saya sederhana. Kalau digarap di sini, 2163nouvo-gt-(2).jpgnggak buang duit dan tenaga. Sekalian pembuktian kalau teknologi lokal bisa diandalkan,” ulas Bruri ‘Ade’ Singgih, tunner dan pemilik BZ.

Tenaga besar didapat dari piston gambot alias bore up. Diameter piston 65 mm dan langkah seher jadi 77 mm. Total dapur pacu jadi 255,4 cc. Piston pakai punya Kawasaki Eliminator 175. Dinding bawah piston dibubut tambah dua jendela biar enteng.

2164nouvo-gt-(3).jpgHe..he..he... Kawak Eliminator bukannya keluar di Thailand duluan. Di sana namanya Kawak Boss. Oleh PT Kawasaki Motor Indonesia diimpor utuh. Artinya sehernya dari Thai juga dong.
“Murah sih. Lagian enteng. Namun susah cari ring sehernya,” timpal Ade dari markasnya di Kayu Putih, Jakarta Timur.
Silinder head dirancang ulang. Kubah nggak dibikin macam-macam. Cukup didesain ulang supaya sesuai profil piston. “Saya pakai klep in 32 mm dan klep buang 36 mm,” bilang Ade.
Sekarang pun perangkat CVT masih mengandalkan standar. V-belt, puli, mangkuk sentrifugal, sampai per masih bawaan pabrik. “Tentu karena lebih kuat. Tapi, saya masih cari ukuran lebar v-belt yang pas dengan panjangnya trek,” tutup bilang Ade penasaran.2165nouvo-gt-(4).jpg
KEM MIRIP THAI
Ini yang perlu dilacak. Ade enggak cuma menaikkan dapur pacu dan meninggikan kompresi. Tapi, noken-as diganti untuk mengatur durasi klep isap dan buang. “Durasi agak beda dari bebek karena skubek kan CVT, berarti nggak ada reduksi. Bebek punya reduksi karena ada perpindahan gigi,” jelas Ade.
Sayang, Ade merahasikan spesifikasi noken-asnya. “Gue lupa durasinya karena banyak spek yang disesuaikan panjang lintasan,” kata Ade yang sempat menangani Harley-Davidson buat drag.
Tapi jika dilihat dari bentuknya, seperti kem buatan luar negeri. Jangan-jangan dari Thailand juga. Sebab jika masih mengandalkan kem standar lokal yang diganti durasinya, bentuk benjolannya kecil. Kalaupun dilas ulang pake las argon akan ketahuan. Ini sih benar-benar kem bikin dari baru.

DATA MODIFIKASI
Ban depan : Eagle Star 50/100-17
Ban belakang : Eagle Star 60/90-17
Pelek : TDR 1,40 x 17
Label: yamaha mio soul drag
